KISAH & KRONOLOGIS TURUNNYA
AYAT
TENTANG SEDEKAH
(
Bukti Kasih Sayang Nabi saw kepada Umatnya )
Dibalik doa, salah satu rahasia yang telah dicoba
oleh kaum arifin untuk menghadapi datangnya bencana, berbagai peristiwa
menakutkan dan penyakit adalah dengan memperbanyak sedekah kepada kaum
dhu’afaa`, berinfaq di jalan Allah (seperti mendermakan hartanya untuk
musholla, pondok pesantren dan lain-ain). Begitu pula ketika mereka di dholimi
atau disakiti. Melakukan berbagai amal (sedekah) sebagai wasilah atau kendaraan
agar lebih cepat sampai (dikabulkan) Allah SWT.
Ketahuilah, Setiap sedekah yang kita keluarkan disesuaikan dengan besar
kecilnya bencana yang terjadi. Sedekah ini bagaikan penebus dari bencana tersebut. Amal yang mereka kerjakan untuk persoalan
ringan tidak sama dengan amal yang mereka kerjakan untuk mengatasi persoalan
yang berat. Untuk suatu tujuan yang besar, mereka mencurahkan sesuatu yang
besar pula. Seseorang yang mengetahui rahasia-rahasia ini berarti telah
memperoleh salah satu dari ilmu-ilmu kaum khusus (Al Hikmah).
Untuk itu simaklah urutan Ayat-Ayat Tentang Sedekah di bawah ini (yang
Diambil dari Kitab Al-Mawaidh Al-Ushfuriyyah oleh Syekh Muhammad bin Abu Bakar).
Diceritakan dari Abdullah bin Umar, bahwa Nabi saw
bersabda, ketika turun ayat:
`yJsù ö@yJ÷ètƒ tA$s)÷WÏB >o§‘sŒ #\ø‹yz ¼çnttƒ
“Barangsiapa
beramal shalih seberat biji zarah, Allah melihatnya.” (QS. Az-Zalzalah
: 7)
Maka Aku (Nabi saw) berkata kepada Allah, ; “Itu
terlalu sedikit bagi umatku, wahai Tuhanku.”
Allah menjawab, “Kalau begitu kujadikan tiap satu
kebaikkan menjadi dua kebaikkan.”
Tertuang dalam Al-Qur’an :
Mereka
itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak
kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang Telah kami rezkikan
kepada mereka, mereka nafkahkan..”
(Al-Qashshos : 54)
Nabi saw berkata, “Masih kecil bagi
umatku.”
Allah berfirman, “Satu
kebaikan pahalannya sepuluh kali lipat.”
Firman-Nya dalam Al-Qur’an : ” Barangsiapa membawa amal yang baik, Maka baginya (pahala) sepuluh
kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat Maka dia
tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka
sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)..”
(QS. Al-An’am : 160)
Nabi berkata, “Ini juga
masih sedikit bagi umatku.”
Allah berfirman, “Satu
kebaikkan menjadi 700 kali lipat.”
Tertuang dalam Firman-Nya yang
artinya :
”
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan
hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan
tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan
(ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha luas (karunia-Nya)
lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 261)
Nabi saw meminta : “Tambahkanlah lagi bagi
umatku, wahai Allah,”
Allah menjawab dengan firman-Nya :
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik
(menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan
pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan
(rezeki) & kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al Baqarah : 245)
Nabi saw meminta : “Tambahkanlah lagi bagi
umatku, wahai Allah,”
Allah menjawab dengan firman-Nya :
“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman.
bertakwalah kepada Tuhanmu". orang-orang yang berbuat baik di dunia Ini
memperoleh kebaikan. dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya Hanya orang-orang
yang Bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (QS. az-Zumar ;10)
Renungi dan pikirkanlah !
Betapa sangat sayangnya Nabi saw kepada umatnya, dengan meminta kepada
Allah, agar pahala amal umatnya di tambah. Tujuannya agar selamat di dunia dan
akhirat. Oleh sebb itu senangkan Nabi saw dengan selalu berbuat baik, senang sedekah dengan
tetap sabar. Allah akan memberikan pahala tanpa batas serta memperoleh kebaikan
yang banyak di dunia dan di akhirat.
*******